EL SYU’ARRA

ketika kegelapan mulai bertahta

CAHAYA

CORA ( dalam kegelapan ) 

Malam temaram

Berhari jua kelam

Menggamit angan-angan

Tentram…

Kala jasad…

terinjak tikus laknat

Busuk…

Isyaratkan cahaya

redup…

Selimut tubuh koyak moyak

Ribuan taring menancap di ulu hati

Terhingga,

teja kelabu…

lekat di kalbu…

Oh…Sinar berkilauan

Oh…Kehangatan

Mengapa tak lelahkan

Fatamorgana

zura.jpg

ANWAR EL SYU’ARRA

___________________________________________

LUKISAN PENGHARAPAN

Lepaslah malam dipayungi bebintang

Pada kaki langit berwarna biru muda

terkesan sukma terbalur kebahagiaan

Kala sang fajar kembali hembuskan harapan

Cerita kelam tampak susut sosoknya

Bagai serigala yang bosan lolongnya sendiri

Bungkam, sesali diri terlalu berharap lebih

Bayangannya menempel di serambi purnama

dan liurnya tetesi ruang langit

Bergairahlah jiwa-jiwa malam yang mati

Bersemilah kala menanti sinarnya hadir

Mengkafani dan melindungi

membaluri serta meresapi

Kelak, rantai-rantai besi yang mengungkung bathin

melepaskan diri tak kuasa melawan rindu akan pagi

Niscaya, cahaya sang fajar dapat hadirkan kehangatan

pada jiwa-jiwa yang terbujur kaku nan terkulai

zura-2.jpg

ANWAR EL SYU’ARRA

____________________________________________

SAJAK MALAM KU

cendera utuh menebar cahaya maya
Menikam mayapada, rasuki malam insan penuh noda
Sukma tergerayang oleh dua tangan kehidupan
Terhimpit di antara gumpalan khianat dan tamyiz
Jengah…jengah
gusar, raga yang compang-camping
Meringis ganti meringis

Ah..mana kemala itu..?
Mestinya ia yang harus menggapaiku
Bukannya aku yang terbelenggu
Seperti purnama yang menyinari selalu
Meski tanganku tak dapat menggenggamnya

Gerutu hanya menggerutu
Dua makna menyeret dalam samudera tandus
Antara syar dan kudus
Ada syak di sini
Apabila langkahku kian tersendat

lo7.jpg

ANWAR EL SYU’ARRA

____________________________________________

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar