STANZA
SKETSA MALAM
Pungguk malam menanti purnama
Bertengger gusar di dahan yang lapuk
Sepasang matanya tak lagi tajam
Dua batang air mengalir dari kelopak matanya
lama sekali purnama tak menampakkan diri
Sekali tampak pun disertai mega mendung
Pungguk malam terus bernyanyi
Tanpa didampingi purnama tak peduli
ANWAR EL SYU’ARRA
___________________________________________ SKETSA HITAMAwan hitam yang menggumpal
menghalangi pandangan mata bathin
Mata bathin buta…
lidah petir menjilat hari
Halimun menjelempah tak karuan
memadati ruang lingkup yang nestapa
Buritan hati yang tampak usang
Perlahan habis terbentur karang..
ANWAR EL SYU’ARRA
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS